![]() |
| Dikutip dari komentar salah satu blog forex yang kredibel, brokerforex.com |
CINTAILAH PRODUK-PRODUK INDONESIA!!!
Sayangnya hal ini jangan anda terapkan dalam memilih broker forex/valas. Saran saya bukannya tidak berdasar. Saya sering melihat komentar-komentar mantan nasabah yang dirugikan oleh perusahaan-perusahaan ini. Jadi sebagai bahan pertimbangan dan memperluas wawasan anda, semoga tulisan saya ini dapat bermanfaat.
Dimulai dari tahap perekrutan para karyawannya saja sudah menandakan kejanggalan. Bagaimana bisa anda tidak melamar kerja di sebuah perusahaan, tetapi tidak ada angin tidak ada hujan anda ditelpon untuk mengikuti proses wawancara? Tetapi demikian modus para broker lokal ('brolok') dalam mencari pasukannya. Modus lain dalam merekrut karyawan adalah dengan memasang iklan lowongan kerja dengan posisi tertentu, tetapi setelah diterima posisi yang diterima karyawan tetap saja bagian marketing atau mencari nasabah. Bahkan mereka tidak digaji melainkan hanya menerima komisi jika mendapatkan nasabah.
Dari komentar-komentar yang saya baca, dapat saya simpulkan karyawan-karyawan ini tidak tahu apa-apa mengenai trading forex/valuta asing. Tetapi mereka mendapat pelatihan oleh atasan mereka. Tapi jangan dibayangkan pelatihan forex yang benar-benar profesional, mereka hanya dilatih bagaimana dasar-dasar forex seperti cara buy, sell, close position, yang anak SD diajarin 1 hari aja bisa. Dengan modal pengetahuan forex yang sangat dangkal ini mereka langsung dilepas mencari korban-korban biasanya orang kaya dan awam mengenai forex. Namanya juga marketing, tujuan utamanya tentu bagaimana produknya bisa terjual bukan? Nah bagaimana mereka mempromosikan produk mereka ini yang kadang menggiurkan bagi masyarakat awam. Mulai dari jaminan bakal profit besar, uang bisa ditarik kapan saja, nasabah tidak perlu trading karena sudah ada profesional yang melakukan transaksi. Bayangkan seseorang yang baru saja diterima kerja, pengetahuan forex-nya sangat dangkal, tidak berpengalaman tapi dengan beraninya memainkan dana nasabah di bisnis yang sangat beresiko ini?!
Seperti yang saya ceritakan di atas, para karyawan ini tidak memperoleh gaji melainkan komisi dari setiap transaksi yang dilakukan nasabah, oleh karena transaksi trading diserahkan ke mereka, dapat ditebak mereka melakukan trading asal-asalan dengan lot yang besar demi mendapatkan komisi yang besar juga. Tidak lama kemudian sudah tentu uang nasabah akan berkurang secara signifikan, dan mereka memberitahu nasabah supaya meng-inject/menambah dana mereka, yang dipastikan nantinya akan merugi kembali dan meminta nasabah untuk inject kembali, begitu terus sampai harta nasabah habis dikuras oleh trader-trader abal-abal ini. Dan tahukah anda bahwa uang anda sebenarnya tidak dilempar ke pasar valas yang sebenarnya, uang anda masuk ke rekening broker anda karena mereka ini sebenarnya bandar, jadi kerugian anda adalah keuntungan bagi mereka, sedangkan profit anda menjadi kerugian mereka, dan jika dipikir-pikir mana ada bandar di dunia yang mau merugi??? Mereka tentu berusaha semaksimal mungkin supaya trading anda loss.
Terkadang dalam mempromosikan perusahaannya, mereka menekankan kalau perusahaan mereka teregulasi tau dijamin pemerintah melalui BAPEBTI. Tetapi percuma saja sepertinya, ada atau tidaknya BAPEBTI tidak ada pengaruhnya, tetap saja tidak ada tindak lanjut jika ada nasabah yang protes, tidak ada jaminan sama sekali bagi nasabah. Malah sepertinya mereka membiarkan aktivitas yang merugikan masyarakat negaranya sendiri ini tetap berjalan.
Selain hal-hal diatas, saya rasa semisal mereka benar-benar jujur dan tidak merugikan nasabah, dari segi biaya trading di broker lokal sangat mahal dan tidak kompetitif. Anda bisa lihat dari minimal deposit yang tinggi, spread yang begitu besar ditambah biaya komisi yang tinggi juga, platform tradingnya pun (kebanyakan metatrader 4) sering mengalami freeze/hang dan biasanya gangguannya pas anda sedang profit, kalau lagi loss ya lancar-lancar saja. Mereka ini cuma menang dari menyewa kantor di tempat-tempat strategis di kota-kota besar dan karyawan marketing mereka yang berdandan perlente, sudah itu saja!
Saya sendiri pernah bertemu marketing salah satu broker forex lokal, dia orang marketingnya PT. CCF. Dalam promosinya dia memberitahu jika jadi nasabah mereka, maka akan mendapat sinyal dari trader di perusahaannya kapan harus buy ataupun sell. Kalau begitu kenapa dia tidak trading sendiri saja kan malah lebih untung tidak perlu cari-cari nasabah bukan? Dia berdalih atasannya tidak memperbolehkan karena dikhawatirkan nasabahnya tidak akan terlayani secara maksimal karena dia sibuk trading sendiri. Selain itu dia menyarankan untuk trading news, yang setelah saya baca-baca trading cara ini sangat beresiko karena bisa saja kita profit besar dalam waktu singkat sekaligus bisa saja loss besar dalam waktu singkat. Waktu itu saya harus deposit minimal Rp 5 juta. Untung saja saya tidak jadi mendaftar di perusahaan bandar judi ini. Beberapa minggu kemudian dia bercerita kalau sudah keluar dari perusahaannya dan trading sendiri di Instaforex, yah sama aja! Cabut dari broker bandar lokal eh malah trading di broker bandar internasional, hahaha.
Saya tidak tahu apakah benar-benar ada broker lokal yang jujur. Tapi daripada repot-repot, mending trading di broker luar negeri yang reputasinya bagus dan diawasi ketat oleh regulator/badan hukum di negara-negara besar semisal Amerika Serikat ataupun Inggris. Dan usahakan benar-benar bisa profit konsisten di akun demo terlebih dahulu selama beberapa bulan, sebelum anda terjun ke akun real. Good Luck!

Complicated juga memang gan, bukannya tidak cinta produk dalam negeri tetapi pelayanan broker luar memang terbukti lebih baik dan menguntungkan. Itu pula yang menjadi alasan saya mengapa akhirnya tetap memilih broker yang berpusat diluar negeri seperti Gainscopefx.com, soalnya memang lebih membuat saya nyaman sehingga sangat menguntungkan jadinya.
BalasHapus